BAB I
(Pendahuluan)
a. Latar Belakang
Bagiamana cara kita memandang kemajuan suatu negara???
Pertanyaan tersebut membawa kami untuk lebih menelisik apa saja yang bisa
membuat suatu negara maju. Perkembangan IT adalah salah satu yang membuat suatu
negara dapat maju. Terlebih lagi Negara Indonesia memiliki banyak masyarakat
yang buta teknologi.
Masyarakat kita, terutama banyak yang hidup di pelosok-
pelosok nusantara yang tidak terjamah oleh teknologi menjadikan mereka
keterbelakangan. Walaupun sudah ada upaya pemerintah mengirimkan guru- guru ke
daerah- daerah terpencil. Tetapi dari sudut pandang teknologi mereka kurang
tanggap. Bahkan mereka hanya diajari ilmu dasar saja. Maka dari itu kami mulai
mencari manfaat teknologi bagi masyarakat pelosok untuk menjalani kehidupan
mereka.
b. Ruang Lingkup
1. Bagaimana kehidupan
masyarakat Indonesia dan pembagiannya?
2. Apa manfaat IT bagi
Kehidupan Manusia?
3. Apakah masyarakat
pelosok bisa menerima kehadiran IT dalam era kehidupan mereka?
c. Tujuan
1. Mengenal masyarakat
Indonesia dan pembagian kelas dalam segi pengetahuan.
2. Mengetahui bagaimana IT
menjadi kehidupan masyarakat maju dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat.
3. Menjalaskan manfaat IT
untuk masyarakat pelosok dan menjadi proyek kemajuan bagi mereka.
BAB II
(Pembahasan)
a. Selayang Pandang
Masyarakat Indonesia.
Manusia itu memiliki fitrah, yang dimana fitrah tersebut
membawa suatu kekhususan. Diantara kekhususan tersebut adalah kecintaan dan
kerinduaan terhadap kesempurnaan sekaligus menolak kecacatan[1].
Kecintaan manusia terhadap hal- hal yang sempurna, menjadikan manusia ingin
selalu mencari hal- hal yang baru untuk menyempurnakan segala hal yang ada
dalam kehidupan manusia. Seperti halnya teknologi yang dipandang menjadi aspek
kesempurnaan hidup manusia.
Tetapi kita lihat
bagaimana kehidupan di indonesia yang mayoritas penduduknya keterbelakangan.
Dalam menanggapi teknologi di masa penuh dengan hegemoni teknologi yang
merasuki setiap negara. Masyarakat indonesia hanya bisa terpaku oleh teknologi
tersebut. Tidak bisa dan tidak berani menggunakan teknologi. Padahal dalam hati
kecilnya ia tahu bahwa teknologi tersebut akan membawa kesempurnaan dalam
tatanan kehidupan bila digunakan secara baik. Tetapi ada juga sebagian
masyarakat yang berani dan bisa menggunakan teknologi. Dari itu kita bisa
mengenal tiga kelas dalam masyarakat Indonesia. Apa saja itu?.
Pertama adalah kelas atas, di mana masyarakat ini mampu
menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari- harinya dan mayoritas hidup di
kota- kota besar. Mereka menggunakan teknologi dalam kegiatan pekerjaan,
pendidikan dan perbelanjaan. Kehidupan mereka banyak dipermudah oleh teknologi.
Karena teknologi memiliki fungsi agar kehidupan sempurna dan mudah. Bagaimana
tidak. Karena dilihat dari dalam urusan menejemen suatu pekerjaan bisa dilihat.
Mereka dengan mudah mengirim data. Dan bertemu untuk urusan bisnis secara online
bila memang terlalu sibuk dengan urusan lain. Dalam urusan pembelanjaan bisa
dilihat dengan mereka memesan tiket, barang maupun yang lain hanya duduk di
kantor maupun di rumah. Kehidupan masyarakat seperti ini paling mudah ditemukan
dikota- kota besar.
Kedua adalah kelas menengah, di mana masyarakat ini sudah
mulai terpengaruh oleh kehidupan masyarakat kelas atas. Mereka mulai
menggunakan teknologi yang cukup canggih. Tetapi tidak terlalu memanfaatkannya.
Mereka hanya menggunakannya dalam
urusan- urusan biasa di kehidupan sehari- hari. Pemanfaatan mereka tidak
terlalu membawa dampak dalam kehidupan masyarakat biasa. Mereka hanya
menggunakannya dalam media kominikasi seperti facebook, tweeter dan lainnya.
Pemanfaatan mereka tidak menjurus ke dalam dunia bisnis dan pendidikan.
Ketiga adalah kelas bawah, di mana masyarakat ini hanya sekedar mengetahui benda- benda
teknologi. Tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya dan
tidak berani mencobanya. Masyarakat seperti ini sering kita temui di bagian
pelosok- pelosok nusantara. Mereka kurang peduli bagaimana perkembangan zaman
dan hegemoni teknologi yang sudah menjalar ke seluruh dunia. Yang mewajibkan
teknologi menjadi unsur penting dalam kemajuan peradaban suatu bangsa dan
negara[2].
Mereka hanya peduli bagaimana mereka bisa hidup dan dapat pekerjaan. Tanpa
mengetahui bagaimana teknologi bisa memberikan mereka kemudahan dalam mencari
pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan- kebutuhan lain yang diingankan oleh
fitrahmanusia.
Begitulah masyarakat di Negara Indonesia ada yang sangat
membutuhkan teknologi dalam kehidupan sehari- harinya dan ada juga kurang
peduli. Yang menjadi masalah di sini adalah masyarakat pelosok yang mereka
memiliki pengetahuan yang minim dan juga sarana pendidikan yang kurang memadai.
Yang menjadi masalah di negara ini pula adalah masalah status antara masyarakat
kelas atas dan masyarakat kelas bawah. Yang dimana perbedaan mereka sangat jauh
berbeda, kebanyakan masyarakat kelas ataslah yang menjadi diktator- diktator
bagi mereka masyarakat kelas bawah. Pengetahuan mereka lebih tinggi dan dengan
gampang mereka memperdayai masyarakat bawah. Kadang pula masyarakat bawah hanya
bisa tunduk. Karena mereka hanya ingin mencari pekerjaan untuk tetap hidup.
Maka dari itu teknologi diperlukan untuk membangun kesejahteraan masyarakat
pelosok yang mereka minim akan pengetahuan dan pendidikan. Perlu ada upaya yang
konkrit agar teknologi mampu bersinergi dengan masyarakat pelosok. Dan membuat
mereka sadar akan kebutuhan kesempurnaan dalam kehidupannya baik itu di
masyarakat maupun individu.
b. Kemajuan IT dan
Manfaatnya
Sebelum mengenal
apa manfaat dari IT (Informasi Teknologi), di sini akan dibahas tentang apa IT
itu sendiri, sebelum melangkah lebih jauh lagi dalam pembahasan ini.
Kata
teknologi secara harfiah berasal dari bahasa latin’’texere’’yang berarti
menyusun atau membangun[3]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia teknologi memiliki 2
arti yakni metode ilmiyah untuk mencapai tujuan praktis: ilmu pengetahuan
terapan dan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan
bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia[4].
Dan ada juga yang berpendapat bahwa Istilah “teknologi” berasal
dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi
secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian informasi teknologi sendiri
adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,
untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk
kata-kata, bilangan, dan gambar[5].
Bagaimana perkembangan IT di dunia ini sehingga bisa
membumi?? Pada
1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin
cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat
diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu. Kemudian pada tahun 1830, Augusta Lady Byron menulis
program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbage
menggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu memasukkan data,
mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini
dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya
lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.
Kemudian tahun 1837, Samuel Morse mengembangkan telegraf
dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone.
Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin
dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun
sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km.
Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah
untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di
setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi
sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri
dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian
segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat
untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta
api[6].
Setalah itu, pada tahun 1887 Alexander Graham Bell
menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara
umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang
menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang
tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan
angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.
Kemudian pada tahun 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi
untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih
cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang
dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan
perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan
bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Pada tahun 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator
untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan
persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan
pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan
gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Kemudian pada
tahun 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil
menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus
mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah
perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
Kemudian pada tahun 1969, rangkaian pusat pembentuk
internet yang disebut sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States
Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan
awal yang disumbang oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa
pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket
(packet switching). Kemudian diteruskan pada tahun1981, National Science
Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps
untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Kemudian Pada tanggal 1 Januari
1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini
merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF
mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara
DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Dan pada tahun 1990-an, internet
telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer
yang ada[7].
Kemajuan IT di Indonesia saat ini berkembang sangat
cepat, dari Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi
modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI dan TK
memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI
dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat
dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan.
Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap
ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala
dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia.
Perkembangan
TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis
pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan
e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti
ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa
dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih
bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada
produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa
mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang
paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi
pemimpin dalam dunianya.
Mengenai
manfaat IT dalam kehidupan sehari- hari, bisa dilihat bagaimana masyarakat
kelas atas menggunakan teknologi untuk kebutuhan mereka dalam hal bisnis,
pendidikan dan kebtuhan yang lain.misalkan saja dalam hal pekerjaan. Sangat
mudah bagi orang yang mengerti akan teknologi banyak perusahaan yang menawarkan
pelamaran kerja lewat Web atau situs perusahaan. Dan contoh dalam hal
pendidikan, bisa dilihat bagaimana banyak situs yang menyediakan buku- buku,
informasi beasiswa bahkan ada juga sekolah online yang biasa di sebut daring.
Dalam
masalah kesehatan juga, bisa dilihat bagaimana sekarang dunia kedokteran
menggunakan teknologi canggih untuk mengobati pasiennya. Dan juga para apoteker
yang dengan mudah meracik obat sesuai takaran karena adanya teknologi yang
secara otomatis membuat dan menakar. Bagaimana kemudahan dalam memanggil sebuah
ambulan dan pemesanan kamar inap bagi pasien yang tiba- tiba sakit.
c. Membumikan IT untuk Masyarakat Pelosok
Setelah
melihat bagaimana masyarakat kelas bawah atau bisa disebut dengan masyarakat
pelosok. Akan terlihat bagaimana kurang pengetahuan dan pembelajaran. Tentunya
ini dikarenakan biaya pendidikan yang begitu mahal. Para orang tua tidak mampu
untuk memberikan mereka biaya sekolah hingga jenjang perguruan tinggi bahkan
SMA. Dan juga faktor lain, seperti seorang anak yang ingin cepat bekerja dan
memabantu orang tua mereka. Niatan yang begitu mulia tetapi begitu naïf.
Sehingga mengesampingkan pendidikan untuk bekerja. Padahal kalau dipikir, kalau
seseorang memiliki pendidikan dan kemampuan yang tinggi maka ia akan
mendapatkan pekerjaan yang layak bahkan lebih.
Tetapi
permasalahan biaya dalam pendidikan bukanlah masalah lagi. Karena sekarang
adalah zaman dimana serba teknologi, yang dimana seseorang mudah mendapatkan
pendidikan dan pembelajaran secara online melalui internet. Dan juga dalam
teknologi terdapat ada yang disebut ebook yakni buku elektronik. Yang
dimana masyarakat pelosok sangat kurang dalam penyediaan buku- buku seperti
perpustakaan. Inilah yang membuat anak Indonesia yang memiliki minat membaca
pupus karena keterbatasan buku yang mereka dapat. Dengan adanya ebook ini
masyarakat terutama bagi para pelajar pelosok bisa mengakses buku- buku secara
gratis dan didalam buku tersebut memiliki manfaat yang sama dengan buku biasa.
Dalam
dunia internet juga dikenalkan media yang memberikan bagi masyarakat yang tidak
mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dimana terdapat
banyak sekali situs yang mengarahkan kepada masyarakat tentang perkuliahan
secara online atau yang sering disebut dengan istilah daring.
Kuliah yang mana pembelajarannya tanpa bertatap muka secara langsung. Tetapi
bertemu di depan layar monitor komputer. Dalam pembelajaran secara online ini
bisa dilihat bahwa pembelajaran ini sangat efektif bagi masyarakat yang kurang
mampu dan putus sekolah karena masalah biaya maupun karena bekerja. Ia bisa
tetap melanjutkan bekerja, tetapi setelah bekerja maka ia harus
"belajar".
Setelah
ada solusi dalam membangun pendidikan bagi masyarakat keterbelakang ini. Maka
munculah masalah dimana masyarakat ini tidak mampu dalam menggunakan atau
mengoperasikan komputer. Disinilah peran para pengajar untuk mengajarkan
bagaimana pengoperasian komputer dengan benar agar masyarakat pelosok bisa merasakan
dunia pendidikan dengan semestinya.
BAB III
(Penutup)
Kesimpulan
Setelah mengetahui penjelasan yang dipaparkan dalam
makalah ini. Bisa ditarik beberapa kesimpulan, bahwa masyarakat di Negara
Indonesia ini terbagi menjadi tiga kelas dalam penggunaan teknologi. Kelas atas
yang dalam kehidupannya menggunakan teknologi kemudian kelas menengah yang
mereka terpengaruh dengan kehidupan kelas atas tetapi hanya di sebagian aspek
kehidupannya menggunakan teknologi. Dan terakhir adalah masyarakat kelas bawah
yang tidak tersentuh dengan teknologi. Padahal teknologi merupakan bagian yang
menyempurnakan kehidupan manusia.
Sejarah perkembangan dan bagaimana terbentuknya IT begitu
lama dimulai dengan penyampain ide dan subuah hasil oleh para ahli. Dan juga
manfaat IT dalam kehidupan sehari- hari manusia, seperti dalam dunia pendidikan
yang memperkenalkan kuliah daring. Dan juga dalam dunia kedokteran IT
memberikan sumbangan besar dalam pembuatan obat, pemeriksaan pasian dan
analisis penyakit dalam pasien.
Perkembangan IT membawa dampak bagi masyarakat pelosok
dalam dunia pendidikan. Ia memberikan sumbangsih seperti ebook yang dimana para
siswa di daerah pelosok sangat membutuhkan banyak buku tetapi sarana tidak
mencukupi untuk memenuhi hal tersebut. Dan juga kuliah daring yang bisa
meminimalisir pendidikan yang mereka tidak mampu dalam hal biaya dan waktu
dikarenakan mereka harus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Daftar
Pustaka
Khomeni,
Imam, 40 Hadits: Telaah atas Hadits- Hadits Mistik dan Akhlak, Jakarta:
Mizan, 2004.
SJ,
Bakker J.W.M, Filsafat Kebudayaan, Yogyakarta: Kanisius, 2003.
Kamus
Besar Bahasa Indonesia.
Kamus
Oxford, 1995.
Buku
Sekolah Elektronik tentang Sejarah Perkembangan IT oleh Kementrian Pendidikan
Nasional.
[1] Imam Khomeni, 40 Hadits: Telaah atas Hadits- Hadits Mistis dan Akhlak
(Jakarta: Mizan 2004). 214-215

Tidak ada komentar:
Posting Komentar