Wellcome

Sugeng Rawuh neng Blog Kulo

Minggu, 20 Desember 2015

IT Mengikis Marginalitas

BAB I
(Pendahuluan)

a.  Latar Belakang
Bagiamana cara kita memandang kemajuan suatu negara??? Pertanyaan tersebut membawa kami untuk lebih menelisik apa saja yang bisa membuat suatu negara maju. Perkembangan IT adalah salah satu yang membuat suatu negara dapat maju. Terlebih lagi Negara Indonesia memiliki banyak masyarakat yang buta teknologi.
Masyarakat kita, terutama banyak yang hidup di pelosok- pelosok nusantara yang tidak terjamah oleh teknologi menjadikan mereka keterbelakangan. Walaupun sudah ada upaya pemerintah mengirimkan guru- guru ke daerah- daerah terpencil. Tetapi dari sudut pandang teknologi mereka kurang tanggap. Bahkan mereka hanya diajari ilmu dasar saja. Maka dari itu kami mulai mencari manfaat teknologi bagi masyarakat pelosok untuk menjalani kehidupan mereka.
b.  Ruang Lingkup

1.  Bagaimana kehidupan masyarakat Indonesia dan pembagiannya?
2.  Apa manfaat IT bagi Kehidupan Manusia?
3.  Apakah masyarakat pelosok bisa menerima kehadiran IT dalam era kehidupan mereka?

c.  Tujuan

1.  Mengenal masyarakat Indonesia dan pembagian kelas dalam segi pengetahuan.
2.  Mengetahui bagaimana IT menjadi kehidupan masyarakat maju dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat.
3.  Menjalaskan manfaat IT untuk masyarakat pelosok dan menjadi proyek kemajuan bagi mereka.



BAB II
(Pembahasan)

a.  Selayang Pandang Masyarakat Indonesia.
Manusia itu memiliki fitrah, yang dimana fitrah tersebut membawa suatu kekhususan. Diantara kekhususan tersebut adalah kecintaan dan kerinduaan terhadap kesempurnaan sekaligus menolak kecacatan[1]. Kecintaan manusia terhadap hal- hal yang sempurna, menjadikan manusia ingin selalu mencari hal- hal yang baru untuk menyempurnakan segala hal yang ada dalam kehidupan manusia. Seperti halnya teknologi yang dipandang menjadi aspek kesempurnaan hidup manusia.
 Tetapi kita lihat bagaimana kehidupan di indonesia yang mayoritas penduduknya keterbelakangan. Dalam menanggapi teknologi di masa penuh dengan hegemoni teknologi yang merasuki setiap negara. Masyarakat indonesia hanya bisa terpaku oleh teknologi tersebut. Tidak bisa dan tidak berani menggunakan teknologi. Padahal dalam hati kecilnya ia tahu bahwa teknologi tersebut akan membawa kesempurnaan dalam tatanan kehidupan bila digunakan secara baik. Tetapi ada juga sebagian masyarakat yang berani dan bisa menggunakan teknologi. Dari itu kita bisa mengenal tiga kelas dalam masyarakat Indonesia. Apa saja itu?.
Pertama adalah kelas atas, di mana masyarakat ini mampu menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari- harinya dan mayoritas hidup di kota- kota besar. Mereka menggunakan teknologi dalam kegiatan pekerjaan, pendidikan dan perbelanjaan. Kehidupan mereka banyak dipermudah oleh teknologi. Karena teknologi memiliki fungsi agar kehidupan sempurna dan mudah. Bagaimana tidak. Karena dilihat dari dalam urusan menejemen suatu pekerjaan bisa dilihat. Mereka dengan mudah mengirim data. Dan bertemu untuk urusan bisnis secara online bila memang terlalu sibuk dengan urusan lain. Dalam urusan pembelanjaan bisa dilihat dengan mereka memesan tiket, barang maupun yang lain hanya duduk di kantor maupun di rumah. Kehidupan masyarakat seperti ini paling mudah ditemukan dikota- kota besar.
Kedua adalah kelas menengah, di mana masyarakat ini sudah mulai terpengaruh oleh kehidupan masyarakat kelas atas. Mereka mulai menggunakan teknologi yang cukup canggih. Tetapi tidak terlalu memanfaatkannya. Mereka hanya menggunakannya dalam  urusan- urusan biasa di kehidupan sehari- hari. Pemanfaatan mereka tidak terlalu membawa dampak dalam kehidupan masyarakat biasa. Mereka hanya menggunakannya dalam media kominikasi seperti facebook, tweeter dan lainnya. Pemanfaatan mereka tidak menjurus ke dalam dunia bisnis dan pendidikan.
Ketiga adalah kelas bawah,  di mana masyarakat ini  hanya sekedar mengetahui benda- benda teknologi. Tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya dan tidak berani mencobanya. Masyarakat seperti ini sering kita temui di bagian pelosok- pelosok nusantara. Mereka kurang peduli bagaimana perkembangan zaman dan hegemoni teknologi yang sudah menjalar ke seluruh dunia. Yang mewajibkan teknologi menjadi unsur penting dalam kemajuan peradaban suatu bangsa dan negara[2]. Mereka hanya peduli bagaimana mereka bisa hidup dan dapat pekerjaan. Tanpa mengetahui bagaimana teknologi bisa memberikan mereka kemudahan dalam mencari pendidikan, pekerjaan dan kebutuhan- kebutuhan lain yang diingankan oleh fitrahmanusia.
Begitulah masyarakat di Negara Indonesia ada yang sangat membutuhkan teknologi dalam kehidupan sehari- harinya dan ada juga kurang peduli. Yang menjadi masalah di sini adalah masyarakat pelosok yang mereka memiliki pengetahuan yang minim dan juga sarana pendidikan yang kurang memadai. Yang menjadi masalah di negara ini pula adalah masalah status antara masyarakat kelas atas dan masyarakat kelas bawah. Yang dimana perbedaan mereka sangat jauh berbeda, kebanyakan masyarakat kelas ataslah yang menjadi diktator- diktator bagi mereka masyarakat kelas bawah. Pengetahuan mereka lebih tinggi dan dengan gampang mereka memperdayai masyarakat bawah. Kadang pula masyarakat bawah hanya bisa tunduk. Karena mereka hanya ingin mencari pekerjaan untuk tetap hidup. Maka dari itu teknologi diperlukan untuk membangun kesejahteraan masyarakat pelosok yang mereka minim akan pengetahuan dan pendidikan. Perlu ada upaya yang konkrit agar teknologi mampu bersinergi dengan masyarakat pelosok. Dan membuat mereka sadar akan kebutuhan kesempurnaan dalam kehidupannya baik itu di masyarakat maupun individu.
b.  Kemajuan IT dan Manfaatnya
 Sebelum mengenal apa manfaat dari IT (Informasi Teknologi), di sini akan dibahas tentang apa IT itu sendiri, sebelum melangkah lebih jauh lagi dalam pembahasan ini.
Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa latin’’texere’’yang berarti menyusun atau membangun[3]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia teknologi memiliki 2 arti yakni metode ilmiyah untuk mencapai tujuan praktis: ilmu pengetahuan terapan dan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia[4]. Dan ada juga yang berpendapat bahwa Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian informasi teknologi sendiri adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar[5].
Bagaimana perkembangan IT di dunia ini sehingga bisa membumi?? Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu. Kemudian pada tahun 1830, Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbage menggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.
Kemudian tahun 1837, Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api[6].
Setalah itu, pada tahun 1887 Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka. Kemudian pada tahun 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Pada tahun 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Kemudian pada tahun 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
Kemudian pada tahun 1969, rangkaian pusat pembentuk internet yang disebut sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching). Kemudian diteruskan pada tahun1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Kemudian Pada tanggal 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Dan pada tahun 1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada[7].
Kemajuan IT di Indonesia saat ini berkembang sangat cepat, dari Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era indormasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Di era informasi ini, TI dan TK memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology). Perkembangan TI dan TK dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, termasuk dalam dunia pendidikan. Dengan perkembangan TI dan TK yang sangat pesat ini, mau tidak mau, siap ataupun tidak siap, akan semakin deras mengalirkan informasi dengan segala dampak positif dan negatifnya ke masyarakat Indonesia.
Perkembangan TI dan TK memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, termasuk dalam dunia pendidikan. Seperti penggunaan e-learning, e-library, e-education, e-mail, e-laboratory, dan lainnya. Seperti ramalan dan pandangan para cendikiawan tentang pendidikan di masa depan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga” dan kompetitif. Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya.
Mengenai manfaat IT dalam kehidupan sehari- hari, bisa dilihat bagaimana masyarakat kelas atas menggunakan teknologi untuk kebutuhan mereka dalam hal bisnis, pendidikan dan kebtuhan yang lain.misalkan saja dalam hal pekerjaan. Sangat mudah bagi orang yang mengerti akan teknologi banyak perusahaan yang menawarkan pelamaran kerja lewat Web atau situs perusahaan. Dan contoh dalam hal pendidikan, bisa dilihat bagaimana banyak situs yang menyediakan buku- buku, informasi beasiswa bahkan ada juga sekolah online yang biasa di sebut daring.
Dalam masalah kesehatan juga, bisa dilihat bagaimana sekarang dunia kedokteran menggunakan teknologi canggih untuk mengobati pasiennya. Dan juga para apoteker yang dengan mudah meracik obat sesuai takaran karena adanya teknologi yang secara otomatis membuat dan menakar. Bagaimana kemudahan dalam memanggil sebuah ambulan dan pemesanan kamar inap bagi pasien yang tiba- tiba sakit.
c.  Membumikan IT untuk Masyarakat Pelosok
Setelah melihat bagaimana masyarakat kelas bawah atau bisa disebut dengan masyarakat pelosok. Akan terlihat bagaimana kurang pengetahuan dan pembelajaran. Tentunya ini dikarenakan biaya pendidikan yang begitu mahal. Para orang tua tidak mampu untuk memberikan mereka biaya sekolah hingga jenjang perguruan tinggi bahkan SMA. Dan juga faktor lain, seperti seorang anak yang ingin cepat bekerja dan memabantu orang tua mereka. Niatan yang begitu mulia tetapi begitu naïf. Sehingga mengesampingkan pendidikan untuk bekerja. Padahal kalau dipikir, kalau seseorang memiliki pendidikan dan kemampuan yang tinggi maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang layak bahkan lebih.
Tetapi permasalahan biaya dalam pendidikan bukanlah masalah lagi. Karena sekarang adalah zaman dimana serba teknologi, yang dimana seseorang mudah mendapatkan pendidikan dan pembelajaran secara online melalui internet. Dan juga dalam teknologi terdapat ada yang disebut ebook yakni buku elektronik. Yang dimana masyarakat pelosok sangat kurang dalam penyediaan buku- buku seperti perpustakaan. Inilah yang membuat anak Indonesia yang memiliki minat membaca pupus karena keterbatasan buku yang mereka dapat. Dengan adanya ebook ini masyarakat terutama bagi para pelajar pelosok bisa mengakses buku- buku secara gratis dan didalam buku tersebut memiliki manfaat yang sama dengan buku biasa.
Dalam dunia internet juga dikenalkan media yang memberikan bagi masyarakat yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Dimana terdapat banyak sekali situs yang mengarahkan kepada masyarakat tentang perkuliahan secara online atau yang sering disebut dengan istilah daring. Kuliah yang mana pembelajarannya tanpa bertatap muka secara langsung. Tetapi bertemu di depan layar monitor komputer. Dalam pembelajaran secara online ini bisa dilihat bahwa pembelajaran ini sangat efektif bagi masyarakat yang kurang mampu dan putus sekolah karena masalah biaya maupun karena bekerja. Ia bisa tetap melanjutkan bekerja, tetapi setelah bekerja maka ia harus "belajar".
Setelah ada solusi dalam membangun pendidikan bagi masyarakat keterbelakang ini. Maka munculah masalah dimana masyarakat ini tidak mampu dalam menggunakan atau mengoperasikan komputer. Disinilah peran para pengajar untuk mengajarkan bagaimana pengoperasian komputer dengan benar agar masyarakat pelosok bisa merasakan dunia pendidikan dengan semestinya.

















BAB III
(Penutup)

Kesimpulan
Setelah mengetahui penjelasan yang dipaparkan dalam makalah ini. Bisa ditarik beberapa kesimpulan, bahwa masyarakat di Negara Indonesia ini terbagi menjadi tiga kelas dalam penggunaan teknologi. Kelas atas yang dalam kehidupannya menggunakan teknologi kemudian kelas menengah yang mereka terpengaruh dengan kehidupan kelas atas tetapi hanya di sebagian aspek kehidupannya menggunakan teknologi. Dan terakhir adalah masyarakat kelas bawah yang tidak tersentuh dengan teknologi. Padahal teknologi merupakan bagian yang menyempurnakan kehidupan manusia.
Sejarah perkembangan dan bagaimana terbentuknya IT begitu lama dimulai dengan penyampain ide dan subuah hasil oleh para ahli. Dan juga manfaat IT dalam kehidupan sehari- hari manusia, seperti dalam dunia pendidikan yang memperkenalkan kuliah daring. Dan juga dalam dunia kedokteran IT memberikan sumbangan besar dalam pembuatan obat, pemeriksaan pasian dan analisis penyakit dalam pasien.
Perkembangan IT membawa dampak bagi masyarakat pelosok dalam dunia pendidikan. Ia memberikan sumbangsih seperti ebook yang dimana para siswa di daerah pelosok sangat membutuhkan banyak buku tetapi sarana tidak mencukupi untuk memenuhi hal tersebut. Dan juga kuliah daring yang bisa meminimalisir pendidikan yang mereka tidak mampu dalam hal biaya dan waktu dikarenakan mereka harus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.






Daftar Pustaka
Khomeni, Imam, 40 Hadits: Telaah atas Hadits- Hadits Mistik dan Akhlak, Jakarta: Mizan, 2004.
SJ, Bakker J.W.M, Filsafat Kebudayaan, Yogyakarta: Kanisius, 2003.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Kamus Oxford, 1995.
Buku Sekolah Elektronik tentang Sejarah Perkembangan IT oleh Kementrian Pendidikan Nasional.




[1] Imam Khomeni, 40 Hadits: Telaah atas Hadits- Hadits Mistis dan Akhlak (Jakarta: Mizan 2004). 214-215
[2] J.W.M. Bakker SJ, Filsafat Kebudayaan (Yogyakarta: Kanisius, cet. XII, 2003). 38
[3] http://faisalahmadfani.blogspot.co.id/2012/11/pengaruh-perkembangan-teknologi.html
[4] Kamus Besar Bahasa Indonesia
[5] Kamus Oxford, 1995
[6] Buku Sekolah Elektronik tentang Sejarah Perkembangan IT oleh Kementrian Pendidikan Nasional.
[7] Buku Sekolah Elektronik tentang Sejarah Perkembangan IT oleh Kementrian Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar