Judul: The Sandhills of Arabia: Takdir yang
Terenggut.
Penulis: Laila Hasib.
Penerjemah : Elka Ferani.
Penyunting : Yudi.
Penerbit : Pustaka Zahra.
Dimensi : 11,5 cm x 17 cm.
Tebal :360 halaman.
Dalam buku novel “The Sandhills of Arabia” yang ditulis oleh Laila Hasib
seorang penulis berkebangsaan Iran ini memilki cerita bagaimana kenyataan
sebuah kehidupan. Novel yang diterjemahkan oleh Elka Ferani kedalam bahasa
indonesia yang diberi judul kecil “Takdir yang Terenggut” cukup dalam
pemaknaan, yang dimana alur cerita yang berhasil ditangkap oleh sang penerjemah
bisa mewakili perasaan penulis. Dalam buku tersebut diceritakan bagaimana
seorang gadis yang hidup dalam pembinaan keluarga yang sangat taat dalam
beragama mulai merasakan kenyataan kehidupan dan kebeneran ajaran yang
diajarkan oleh kedua orangtuanya.
Kemudian dalam judul kedua buku novel itu yakni “The Diamond in The Sand”
menceritakan seorang gadis yang diangkat asuh oleh seorang pendeta yang
memiliki kemampuan berintelijen dan kedokteran, sadar akan kebenaran dalam
hidupnya. Bahwa ia seorang anak muslim yang diadopsi oleh pendeta yang bisa
dikatakan seorang agen multitalenta. Bagaimana persoalan- persoalan hidup mulai
menghampirinya ketika ia tahu kebeneran dalam hidupnya setelah kembali dari
negara Arab Saudi. Keyakinan dan tujuan hidup mulai berubah dan juga ketakutan
mulai menggelayuti hidupnya ketika ia diminta bantuan oleh pembantunya yang
diketahui bahwa ia seorang muslim juga.
Bagaimana kisah cinta, persahabatan dan perjuangan yang dirangkum dengan
bagus yang disesuaikan berbagai macam intrik- intrik kehidupan yang dipaparkan
oleh sang penulis dalam novel ini. Persahabatan antara dua orang gadis yang
berbeda agama yang melahirkan kesadaran pemikiran yang telah dibelokan oleh
berbagai macam media dengan diskusi meraka.
Perjuangan seorang gadis yang melarikan diri dari negaranya
bersama dengan ibu dan dua adiknya. Timbulnya perasaan cinta ketika ada seorang
pemuda yang berasal dari negaranya melakukan perjuangan demi negara dan agama.
Ketetapan hati ketika ia harus memilih antara sahabat dan agama yang
berujung dalam menyelamatkan sahabatnya dan pengetahuan kebenaran identitas
sahabatnya. Keberanian seorang gadis muslim yang selalu ingin mencari kebenaran
dan informasi yang berujung pada pelamaran pemuda yang ia cintai. Kemudian di
sisi lain, bagaimana perjuangan seorang gadis dalam mengungkap jati dirinya
setelah diberitahu oleh sahabatnya tentang kebenaran hidupnya. Dan bagaimana ia
memulai petualangan sebagi orang yang dicari- cari agen FBI dan CIA ketika ia
dituduh ikut terlibat dalam pengeboman gedung putih yang berujung pertemuan
dengan sahabatnya setelah lama tidak pernah.
Seperti yang diketahui novel ini memiliki dua judul cerita dengan masing-
masing sudut pandang cerita. Tetapi penulis dengan bagus memadukan kedua cerita
tersebut dan menjadikannya bisa terhubung dan mudah dipahami. Dan juga dalam
penyajiannya penerjemah masih menggunakan istilah- istilah asing yang telah
menjadi bahasa umum agar pembaca bisa membiasakan istilah asing dan juga
menambah wawasan. Dalam novelnya penulis mencoba menguak kenyataan kehidupan
yang dialami oleh Negara- Negara timur yang sedang berperang. Dan bagaimana
terjadi kontradiksi dalam pemberitaan yang dilakukan oleh media- media
informasi tentang kebenaran.
Kelebihan yang dimiliki oleh novel ini adalah bagaimana penulis membuat
cerita yang berdurasi pendek yang disusun dalam bab- bab tersendiri sehingga
memudahkan pembaca untuk membaca secara “ngemil”. Dan juga penggambaran alur
yang mudah dipahami sehingga pembaca bisa membaca dengan santai. Penulis banyak
menggunakan bahasa majas yang indah, ini akan membuat menarik bagi mereka yang
ingin belajar sastra.
Sayangnya dalam novel ini tidak terlalu menceritakan kisah cinta atau
asmara. Sehingga kisah cinta dalam novel ini terlalu mengambang hanya berpaku
pada ketertarikan antara dua insan setelah itu langsung melanjutkan kedalam
pernikahan. Ya mungkin dalam cerita ini berpatokan pada budaya Islam Arab, yang
membatasi antara hubungan langsung antar lawan jenis. Sehingga novel ini
mengajarkan bagaimana hubungan islami yang sebenarnya pada pembaca.
Pada dasarnya novel ini mudah dibaca dan dipahami, malahan buku ini
terkesan seperti mengajarkan kita tata budaya Islam pada kita. Bagaimana
menjalin hubungan dan persaudaraan baik itu sesama agama maupun tidak. Dan juga
mengajarkan kita untuk tidak langsung percaya pada propaganda- propaganda yang
belum bisa kita ketahui kebenarannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar